Wanita penyapu jalan

Saat sore itu di taman kota banyak orang berkumpul , ada yang bersama kekasihnya, ada bersama teman-temannya, suasana begitu ramai , begitu indah dengan di tambahnya sore yang cerah tidak terlalu panas bahkan bisa di katakana sejuk. Tapi berbeda kontras dengan seorang Ibu-Ibu paruh baya yang menyapu jalan kota.

Ibu ini terlihat sangat cape dan peluhnya keluar, badannya terlihat lemas sekali. Seorang perempuan berama Disa memperhatikan ibu itu menyapu , Disa coba menghampiri Ibu itu dan bertanya sedikit tentang dia “ assalamualaikum , Ibu , maaf kalau saya mengganggu  “ kata Disa sopan . “iya dek , adek siapa yah , ada apa ?” , ibu itu bertanya bingung melihat Disa.  “ oh, Saya ? nama saya Disa bu , saya kesini melihat ibu kayanya capek sekali , saya bingung kenapa wanita seperti Ibu di jaman sekarang ini masih mau bekerja seperti ini bu ? ” Disa bertanya karna penasaran. “oh gak ibu gak capek kok dek disa, ibu bukannya tidak mau bekerja yang lain , ibu bekerja seperti ini karna tidak ada lagi pekerjaan lain , yah dari pada ibu minta-minta di jalan, ya kan dek “  sambil tersenyum ibu ini menceritakan alasannya kenapa dia ingin bekerja seperti ini.  “ iya sih bu , lebih baik bekerja dari pada minta-minta , tapi maaf ni bu memangnya anak dan suami ibu kemana ? “ lanjut Disa bertanya. ” suami ibu sudah meninggal 5 tahun yang lalu , anak ibu mengalamai kecacatan tapi ibu masih tetap bersyukur anak ibu masih bisa ngomong dan menulis sehingga ibu bisa berbagi cerita dengan anak ibu , jadinya ibu yang mengurus  semua , ibu tidak mau hanya berdiam duduk menunggu bantuan orang ! “. Lama Disa bercengkrama dengann Ibu ini Disa menjadi terharu dan terdiam sesaat, air mata Disa keluar mendengar curahan hati wanita penyapu jalanan itu.

Ketika hari sudah mendekati senja penyapu jalanan ini pun pulang , dan kembali menjadi seorang ibu rumah tangga , di remang-remang malam hanya ada lampu dan TV kecil pemberian bantuan dari kelurahan untuk hiburan , Ibu dan seorang anak ini tertawa kecil ketika melihat TV yang mungkin ukurannya sangat kecil , di sela-sela acara menonton anak ibu ini pun bertanya sedikit tentang ibunya hari ini “ ibu, ibu cape yah hari ini ?” kata Bina kesian melihat ibunya . “Tidak nak, ibu mencari uang semata-mata hanya untuk kamu, ibu ingin menyekolahkan kamu , ibu gak mau hanya diam dan duduk , ibu masih punya tenaga untuk mencari nafkah “ suasana yang tadinya hening mulai berubah menjadi mengharukan. “coba kalau masih ada bapak , pasti ibu gak usah banting tulang kerja gini “ kata Bina . “ sudah lah Bin, Bapak sudah tidak ada, kamu yang penting belajar saja, kamu berprestasi , kamu jadi wanita yang hebat nantinya, maka bapak akan bangga dan bahagia melihat kamu dari sana” kata Ibu Bina menyemangati Bina. “sudah Bina tidur dulu nanti ibu akan bawakan buku baru untuk Bina “. “iya bu” kata Bina singkat.

Kesokan harinta Ibu Bina bangun subuh-subuh . hanya ada suara dari mesjid , suasana masih gelap, dan hawa pun masih terasa dingin , Ibu Bina beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke belakang untuk mengambil air wudhu untuk solat subuh . ketika selasai solat Ibu Bina berdoa , di dalam doanya yang khusuk Ibu Bina tak lupa mendoakan anaknya , dia mendoakan anaknya agar nanti kelak akan menjadi wanita yang sukses agar tidak seperti ibunya yang hanya sebagai tukang sapu jalanan. Saat hari mulaii terang , suasana mulai hangat di pagi hari, ibu dina melanjutkan aktivitasnya sebagai penyapu jalanan yang patut kita contoh kerja keras serta perjuangannya, walaupun Ibu Bina seorang wanita, tetapi ia merasa mampu, merasa bisa dan pantang menyerah untuk membesarkan harapannya yaitu Bina anaknya, dengan keterbatasan anaknya Ibu Bina percaya , anaknya masih bisa sukses.

http://osissmadakapuas.blogspot.co.id/2013/04/wanita-penyapu-jalanan.html

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar